Apapun yang berasal dari ketulusan hati, akan lebih berarti.
Apapun yang berasal dari ketulusan hati, akan lebih berarti.
Kekuatan apa yang terletak pada sebuah hati? Saya tidak tahu pasti. Hanya saja saya sangat percaya, bahkan yakin, bahwa jauh di dalam hati kita tersimpan kekuatan maha dahsyat yang terkadang melampui rasio kita.
Tidak ada metode khusus bagaimana caranya mengoptimalkan kerja hati. Saya hanya memindahkan “pusat berpikir” dari kepala ke dada (jantung atau hati).
Apa yang disebut pusat berpikir menurut saya adalah pusat visualisasi. Ketika berpikir, kita sadar ataupun tidak sedang memvisualisasikan sesuatu. Apapun itu. Hasilnya adalah sebuah miniatur dunia. Ada dunia kecil di kepala kita. Nah, inilah yang saya pindahkan dari kepala ke dada.
Selain itu, saya mengibaratkan pusat pikiran seperti mata air. Keputusan apapun yang saya ambil, saya “hanya” menunggu semua pikiran yang mengalir keluar dari mata air tersebut. Keputusan terbaik biasanya adalah keputusan yang nyaman di hati itu sendiri. Apabila kita mengambil keputusan yang salah, rumah kedamaian yang terletak di hati akan terguncang
Hati nampaknya memiliki “anggukan” yang menyatakan “ya, setuju” atau “tidak,”"jangan dilakukan!”
Setujunya hati terhadap tindakan yang kita ambil dinyatakan dengan perasaan damai. Sebaliknya, ketidaksetujuannya akan langsung terasa dengan perasaan was-was, cemas, khawatir . . . dsb. (Mana yang lebih Anda percayai, anggukan hati ataukah rasionalisasi pikiran?)
Setelah saya terbiasa menggunakan cara berpikir seperti yang diceritakan di atas, memang banyak sekali keuntungannya.
Berikut ini beberapa manfaat yang langsung yang rasakan.
- Sakit kepala yang hampir lima tahun saya derita, akhirnya tersembuhkan tanpa obat apapun. Ajaib khan?
- Lebih tenang dan lebih mudah mensyukuri kehidupan.
- Emosi yang kian stabil.
- Stamina yang jauh lebih baik.
- Intuisi yang lebih tajam.
Itu beberapa manfaat yang saya dapatkan. Benar tidaknya, saya tidak perlu meyakinkannya kepada Anda. Cobalah sendiri. Alamilah sendiri.
Mudah-mudahan tulisan inipun bersumber dari hati. (Rifat Airino – 08989 2989 08)

Ah, benar sekali sahabat. Hati memang menjadi inti dari segalanya. Jadi teringat secuil kata dari Gede Prama, Kebahagiaan hanya dapat diproduksi oleh hati yang penuh kedamaian; Hati yang penuh syukur
Semoga tulisan di blog ini terus mengembara dari jendela hati ke jendela hati lainnya, menebarkan ketulusan dan kedamaian, melahirkan insan-insan penuh syukur.
Bila ada waktu, silakan berkunjung untuk Sekedar berbagi Informasi dan share pengalaman di blog saya
Salam kenal sahabat
Saya pun salah satu pembaca buku-buku Gede. Terimakasih atas kunjungannya. Salam kenal.